Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Serunya Kuliah di Masa Pandemi

Kali ini admin membagikan pengalaman kak Haikal M. Al Hafidz, alumni bimbel SSC Malaka yang berhasil kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Yuk kita simak sekemulit kisah perjuangannya!

alumni bimbel ssc malaka
Image by Alexandra_Koch from Pixabay 

Perkenalkan, nama  saya Haikal Muhammad Al Hafidz. Saya seorang mahasiswa semester dua di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Di tulisan ini, saya akan berbagi cerita mengenai suka-duka dalam menjalani kehidupan perkuliahan selama 8 bulan terakhir.

Saya menyelesaikan SMA pada bulan Mei 2020, ketika pandemi sudah mulai memengaruhi kegiatan pendidikan. Meskipun begitu, saya tetap berjuang untuk menghadapi salah satu ujian masuk perguruan tinggi, yaitu UTBK. Dengan berbagai ketidakjelasan aturan UTBK, mulai dari rencana awal diadakan pada bulan April, ketidakjelasan materi yang akan diuji, serta mencari tempat yang aman dari pandemi ini.

3 bulan berlalu, pada tanggal 14 Agustus 2020, saya mendapatkan berita bahagia di tengah-tengah tahun yang menyedihkan ini. Saya diterima di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dan siap untuk melanjutkan kehidupanku sebagai seorang mahasiswa. Tidak pernah terpikirkan pada saat itu bagaimana kehidupan di perkuliahan nanti.

Ketika mendapat kabar resmi bahwa perkuliahan akan dilaksanakan full secara online, saya merasa sedih karena pasti seorang mahasiswa baru ingin merasakan bagaimana perasaan bertemu dengan teman baru pertama kali, tetapi karena adanya pandemi, impian itu harus ditahan sampai beberapa waktu lamanya. Layaknya setiap memasuki jenjang pendidikan baru, siswa/mahasiswa akan melewati yang namanya ospek. Setelah melewati proses ospek universitas, secara official saya memulai kehidupanku di Fakultas Psikologi atau biasa disingkat Fapsi.

Setelah melalui proses ospek universitas yang serba online namun tetap mendapat keseruan. Saya masih harus melalui proses ospek fakultas yang berlangsung selama kurang lebih 4 bulan. Dengan mata yang mulai jenuh melihat layar dan punggung yang mulai pegal karena duduk selama berjam-jam, saya sudah mulai merasa lelah akan perkuliahan di masa pandemi ini. Oleh karena itu, saya tidak berekspektasi tinggi terhadap acara ospek yang akan berlangsung nantinya. Akan tetapi, hal itu berbanding terbalik karena justru yang saya dapatkan adalah keseruan dan kesenangan tiada tara bersama dengan teman dan kakak tingkat yang sangat ramah.

Dari pengalaman tersebut, saya mulai menyadari bahwa keadaan online bukanlah menjadi alasan untuk kita bermalas-malasan. Keadaan online ini justru menjadi strong point saya karena saya adalah orang yang tidak terlalu bisa berkomunikasi secara langsung sehingga keadaan ini adalah suatu kesempatan untukku mencoba hal baru. Oleh karena itu, saya mulai mencoba-coba mengikuti kegiatan dimulai dari acara gathering angkatan dimana saya mencoba mendaftar menjadi salah satu panitia. Acara itu berlangsung cukup lancar hingga memancing saya untuk mencoba mengikuti kepanitiaan pertama saya, yaitu Pemilu Psikologi 2020. 

Pada awalnya saya tidak tahu bahwa harus membuat CV dan mengikuti interview sebelum dapat diterima ke dalamnya. Terdorong oleh rasa penasaran, saya pun mendaftar dan saat interview pun, sudah merasa pesimis tidak akan diterima. Namun, takdir berkata lain hingga saya pun diterima di kepanitiaan tersebut.

Sebagai seseorang yang awalnya pendiam dan bisa dibilang kurang pergaulan saat SMA (hanya sebatas teman dekat). Disinilah saya mulai merasakan suatu perubahan yang bisa dibilang cukup besar. Saya merasakan apa yang bisa diistilahkan dengan “character development.” Selama kurang lebih 3 bulan di kepanitiaan tersebut, saya mengalami banyak perubahan dibanding diriku saat masa-masa SMP dan SMA. Saya menjadi lebih sosial, tidak malu-malu dalam menyatakan pendapat, dan tidak takut dalam memulai suatu komunikasi dengan orang lain.

Secara keseluruhan, berkuliah dimasa pandemi bagi kebanyakan orang merupakan suatu hal yang negatif, tetapi bagi saya, itu merupakan suatu opportunity dalam mengembangkan diri saya sendiri. Namun, di sisi lain, ketiadaan wujud nyata seorang teman sebagai salah satu faktor penyemangat juga sangat memengaruhi emosional dalam menjalani kegiatan perkuliahan. 

Terima kasih kepada kedua orang tua dan juga bimbel SSC Malaka yang telah berkontribusi atas keberhasilan saya berkesempatan kuliah di Universitas Padjadjaran. Semoga pandemi segera berakhir dan kita semua dapat menjalani kehidupan kampus secara normal kembali.


Post a Comment for "Serunya Kuliah di Masa Pandemi"